Selasa, 03 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HAJI 58. Wukuf di Arafah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَتْ قُرَيْشٌ وَمَنْ دَانَ دِينَهَا يَقِفُونَ بِالْمُزْدَلِفَةِ وَكَانُوا يُسَمَّوْنَ الْحُمُسَ وَكَانَ سَائِرُ الْعَرَبِ يَقِفُونَ بِعَرَفَةَ قَالَتْ فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتِيَ عَرَفَاتٍ فَيَقِفَ بِهَا ثُمَّ يُفِيضُ مِنْهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى { ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ }

1910 - Dari Aisyah, dia mengatakan, bahwa orang-orang Quraisy dan orang-orang yang memeluk agama Quraisy biasa berwuquf di Muzdalifah, dan mereka menamakan "Al Humus", dan seluruh orang Arab biasa berwuquf di Arafah. ia berkata, "Ketika datang agama Islam, Allah SWT memerintahkan Nabi-Nya agar mendatangi Arafah dan berwuquf di sana, kemudian bertolak dari Arafah." Yang demikian seperti firman Allah SWT, "Tsumma afidhu min haitsu afadhanas (kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang-orang yang bertolak). " (shahih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar