Selasa, 03 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HAJI 68. Bulan-bulan Haram

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ فِي حَجَّتِهِ فَقَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقِعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

1947 - Dari Abu Bakrah, Nabi SAW berkhutbah pada hajinya, dan berkata, "Waktu itu berputar seperti bentuknya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun dua belas bulan, di antara bulan itu ada empat bulan haram, tiga bulan berturut-turut, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram dan Rajab yang berada di antara dua bulan Jumadil (Ula dan Tsaniyah) dan Sya'ban. " (shahih: Muttafaq Alaih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar